SIDOARJO, Berita Delta – Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, meminta pemerintah bersama Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) segera mengambil langkah cepat untuk menangani sejumlah titik tanggul kritis di kawasan lumpur Lapindo, Porong. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah risiko yang bisa mengancam keselamatan masyarakat sekitar.
Menurut Nasih, beberapa area tanggul yang berada di sekitar Desa Siring hingga kawasan yang berdekatan dengan jalur rel kereta api dan Jalan Raya Porong membutuhkan perhatian serius. Kondisi tanah di sekitar area lumpur yang terus mengalami penurunan dinilai dapat memperbesar potensi terjadinya kerusakan tanggul.
Ia menjelaskan, peningkatan volume lumpur di sejumlah titik yang hampir mendekati ketinggian tanggul, ditambah munculnya rembesan air di beberapa sisi tanggul, menjadi indikator yang perlu segera diantisipasi. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi memicu jebolnya tanggul dan berdampak langsung pada aktivitas transportasi utama di kawasan Porong.
DPRD Sidoarjo sendiri berencana mendorong koordinasi lebih intensif antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan pihak PPLS agar penanganan bisa dipercepat. Beberapa langkah yang dinilai perlu dilakukan di antaranya perbaikan dan penambalan tanggul, peninggian struktur tanggul, hingga optimalisasi aliran lumpur menuju Sungai Porong guna mengurangi tekanan pada area rawan.
Selain penanganan fisik, Abdillah Nasih juga mendorong penerapan sistem peringatan dini berbasis digital atau early warning system pada sejumlah titik kritis. Ia menilai sistem tersebut penting agar potensi kondisi darurat dapat terdeteksi lebih cepat. Di sisi lain, pihak PPLS juga diminta lebih terbuka kepada masyarakat dan media terkait perkembangan kondisi lapangan, demi menjaga transparansi penanganan bencana lumpur Lapindo yang telah berlangsung sejak tahun 2006.
📝 Penulis: Moh Junaedi Rizki
©2026 BeritaDelta.id




Komentar