Berita Delta, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja manajemen Danantara yang menimbulkan peningkatan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun-tahun terbaru.
Pembahasan occurred dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama MPR RI, DPR, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo menjelaskan bahwa angka dividen BUMN yang dilaporkan setelah dikurangi PMN (penanaman modal negara) yang diberikan dari APBN pada tahun yang sama memberikan gambaran yang lebih akurat.
Menurut data, dividen BUMN setelah dikurangi PMN pada 2024 mencapai Rp53 triliun, sementara pada 2025 naik menjadi Rp138 triliun, mencerminkan peningkatan 160 persen.
“Namun tentu lebih tepat angka dividen BUMN dilihat secara net dengan penanaman modal negara atau PMN yang diberikan dari APBN ke BUMN pada tahun yang sama. Pada tahun 2024 dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp 53 triliun. Tahun 2025 dividen BUMN dikurangi PMN adalah Rp 138 triliun. Naik 160%,” kata Prabowo.
Prabowo menargetkan dividen BUMN pada 2026 sebesar Rp200 triliun tanpa PMN, yang berarti naik 400 persen dibandingkan 2024.
“Dividen BUMN di 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai Rp 200 triliun tanpa ada PMN. Artinya dari 2024 ke 2026 naik dari Rp 53 triliun ke Rp 200 triliun, atau bisa dikatakan 4 kali lebih besar. 400 persen meningkatnya tanpa PMN,” ujarnya.
Menurut Presiden, kenaikan dividen tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan BUMN dengan manajemen yang baik dapat menghasilkan hasil cepat.
“Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat,” katanya.
Prabowo mengungkapkan apresiasi kepada manajemen dan pimpinan Danantara, sekaligus menilai bahwa pimpinan tersebut pantas mendapatkan tanda kehormatan.
“Sekali lagi saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas pimpinan Danantara mendapat bintang kehormatan di suasana kemerdekaan ini,” ujar Prabowo.
Keuntungan BUMN kini dialokasikan untuk mempercepat proses hilirisasi, termasuk 13 proyek yang digelar pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek lainnya pada 29 April 2026.
Proyek-proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti LPG, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pembangunan smelter alumina menjadi aluminium, sekaligus proyek pembangkitan energi (WTE) yang sudah dimulai.
“Proyek-proyek pengolahan batu bara menjadi DME menggantikan LPG. Hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, smelter alumina menjadi aluminium menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja. Proyek WTE yang juga telah kita mulai,” ujar Prabowo.
Keuntungan BUMN juga akan dipergunakan untuk mempercepat penguatan sektor hulu dan hilir, serta rencana akuisisi perusahaan terbaik dunia untuk memperoleh teknologi, hak kekayaan intelektual, manajemen, pasar, serta pengalaman.
“Keuntungan BUMN sekarang kita gunakan percepat upaya downstreaming dan upstreaming. Kita juga akan membeli perusahaan-perusahaan terbaik di dunia untuk kita bisa dapat teknologinya. Kita bisa dapat IP-IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, pengalaman mereka, sehingga nanti ekonomi kita akan kuat,” pungkasnya.
📰 Reporter: Moh Junaedi Rizki
©2026 BeritaDelta.id




Komentar