Berita Surabaya, Surabaya – Di tengah gempuran kuliner modern, sebuah usaha tradisional di Surabaya berhasil menarik perhatian, bahkan menjadi viral. Ronde Angsle Arjuno membuktikan bahwa perpaduan resep warisan keluarga dengan sentuhan inovasi generasi muda mampu menghidupkan kembali sajian klasik dan mendekatkannya pada selera kekinian.
Dwi Anugroho, pemilik Ronde Angsle Arjuno, menceritakan perjalanan usahanya yang tidak selalu mulus. Ada masa ketika ia hampir menyerah karena sepinya pembeli dan kewalahan mengelola produksi bahan baku yang banyak.
“Saya sempat drop usaha sepi, pekerjaan utama saya keteteran dan sudah saya stop lah. Karena tidak sesuai hasilnya bahan semua saya bikin kan banyak ya dan sudah tidak mampu hampir setiap hari bikin kan,” ujar Dwi, mengenang masa sulit tersebut.
Namun, di titik terendah itu, sang anak justru meminta agar usaha keluarga ini tidak dihentikan. Permintaan tersebut menjadi pemicu kebangkitan Ronde Angsle Arjuno, mengubah arah bisnis yang nyaris gulung tikar.
“Ya udah diteruskan dan saya tetap membuat resepnya, ya hokinya dia dan ramai,” imbuhnya, mengakui peran besar anaknya.
Inovasi Rasa dan Konsep Kekinian
Menariknya, sang anak yang tidak memiliki latar belakang memasak justru menjadi motor inovasi. Ia mulai mengembangkan resep dasar yang dibuat ayahnya dengan menghadirkan berbagai varian rasa angsle dan ronde yang lebih modern.
Setelah melalui serangkaian percobaan dan pencicipan, menu-menu baru ini diperkenalkan melalui media sosial, dan respons pelanggan pun di luar dugaan, memicu keramaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dwi menjelaskan bahwa ini adalah bisnis keluarga. Ia bertanggung jawab penuh dalam meracik bahan dan resep, sementara anak-anaknya yang menjalankan operasional harian dibantu dua karyawan. Konsep kekinian ini juga didukung oleh harga yang sangat terjangkau. Menu ronde kuah, ronde kering, hingga angsle dengan topping premium dibanderol mulai dari Rp12 ribu hingga Rp20 ribu, menjadikannya pilihan menarik bagi berbagai kalangan.
Sejak awal, Dwi memang memiliki visi untuk mendekatkan ronde dan angsle kepada generasi muda. Ia melihat potensi pasar yang besar pada segmen ini, terutama jika produk yang ditawarkan sesuai dengan selera mereka.
“Sejauh ini pembelinya kebanyakan anak muda sih, karena memang segmentasi yang saya buat untuk anak muda. Saya buat lebih ke anak muda karena jiwa saya jiwa muda hehehe,” ungkap pengusaha asal Surabaya itu.
Ia menambahkan,
“Lihat saja kopi kekinian saat ini ngeri melihatnya. Kalau orang tua kan ya mereka akan memilih makanan berat jarang kalau dessert.”
Pemahaman ini mendorong inovasi tak hanya pada rasa, tetapi juga pada cara penyajian. Ronde Angsle Arjuno bahkan menghadirkan pilihan menu dingin, menyesuaikan dengan kebiasaan dan preferensi konsumen modern.

📝 Penulis: Moh Junaedi Rizki
©2026 BeritaDelta.id




Komentar