Hukrim Internasional
Beranda » Berita » Gelombang Penculikan Massal Guncang Nigeria: Lebih dari 80 Orang Hilang, Polisi Temukan Puluhan Tengkorak

Gelombang Penculikan Massal Guncang Nigeria: Lebih dari 80 Orang Hilang, Polisi Temukan Puluhan Tengkorak

Audio Artikel Siap dibaca

Berita Delta, Sidoarjo – Nigeria kembali diguncang krisis keamanan setelah lebih dari 80 orang dilaporkan diculik dalam dua insiden terpisah di wilayah utara. Bersamaan dengan itu, pihak berwenang mengumumkan penemuan sisa-sisa jasad manusia, termasuk 28 tengkorak, yang diduga milik korban penculikan di negara bagian Abia.

Laporan dari kantor berita AFP pada Senin (29/09/2026) menyebutkan bahwa setidaknya 87 orang, mayoritas wanita, hilang setelah dua serangan pada akhir pekan. Insiden pertama terjadi pada Sabtu, di mana 47 petani diculik oleh kelompok bersenjata saat memanen kacang di negara bagian Niger utara. Sehari setelahnya, pada Minggu, 40 wanita diculik di negara bagian Zamfara yang berdekatan. Informasi ini didapatkan dari dua laporan keamanan dan satu sumber lokal.

Penculikan di wilayah Mariga, Niger, dan Yargada, Zamfara, merupakan serangkaian serangan terbaru yang dilakukan oleh geng kriminal. Kelompok ini, yang dikenal secara lokal sebagai “bandit”, mengkhususkan diri dalam penculikan untuk tebusan dan perampasan ternak. Mereka kerap melancarkan serangan berdarah di desa-desa, membunuh penduduk, dan membakar rumah setelah menjarahnya.

Penemuan Mengerikan: 28 Tengkorak di Abia

Secara terpisah, kepolisian di Abia pada Minggu mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan penemuan 28 tengkorak manusia dan tulang belulang yang “diduga milik korban penculikan”. Penemuan mengerikan ini terjadi setelah penggerebekan kamp-kamp yang terkait dengan kelompok kriminal di hutan.

Dalam pernyataan di platform X, polisi menyebutkan bahwa para tersangka di lokasi kejadian telah melarikan diri, dan “upaya intensif sedang dilakukan untuk menangkap para tersangka yang melarikan diri.”

Penculikan massal untuk tebusan telah menjadi fenomena umum di beberapa bagian barat laut dan tengah utara Nigeria. Geng-geng bersenjata seringkali menahan sandera hingga mereka dibayar sejumlah besar uang.

Krisis Keamanan dan Dampak Ekonomi

Pada bulan Agustus lalu, misalnya, pria bersenjata menculik hingga 600 jamaah saat salat Jumat di sebuah masjid di desa Dekera, negara bagian Niger tengah utara, menunjukkan skala masalah yang semakin meluas.

Menurut penelitian dari SBM Intelligence, sebuah konsultan yang berbasis di Lagos, kelompok-kelompok bersenjata berhasil mengumpulkan sekitar 7,8 miliar naira (hampir $6 juta) dalam pembayaran tebusan antara Juli 2025 dan Juni 2026. Angka ini lebih dari tiga kali lipat dari 2,6 miliar naira yang dibayarkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas kriminal ini.

Isu Utama Menjelang Pemilu

Gelombang penculikan terbaru ini terjadi beberapa bulan menjelang pemilihan presiden pada Januari 2027, di mana isu keamanan, bersama dengan kenaikan biaya hidup, diperkirakan akan menjadi masalah utama yang menentukan. Presiden Bola Tinubu sendiri telah menghadapi kritik yang meningkat atas kelonggaran keamanan di negaranya.

Warga negara bagian Niger bahkan sempat melakukan protes pada Senin sebelumnya, menuntut pembebasan ratusan orang yang, menurut mereka, masih dalam penawanan sebulan setelah pria bersenjata menyerang beberapa komunitas dalam salah satu penculikan massal terbesar di negara itu.

✍️ Editor: Moh Junaedi Rizki

🔗 Sumber: aljazeera.com

©2026 BeritaDelta.id

Sebagai bentuk apresiasi terhadap sumber berita, maka kami memberikan "backlink dofollow" untuk aljazeera.com. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan otoritas situs, kredibilitas situs, dan peringkat situs di mesin pencari. Tertarik bekerjasama? Hubungi kami »

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Populer bulan ini

Loading data

Pilihan redaksi

Loading data
Loading data
👁️ 0 Users Online
🔴 LIVE MATCH TRAFFIC
Source: Real Time (GA4)
Dapatkan notifikasi berita terbaru!

Berlangganan Berita

Izinkan kami mengirimkan notifikasi agar Anda selalu update dengan berita terbaru.