Peristiwa
Beranda » Berita » Secercah Harapan di Tengah Kekeringan: Brimob Polda Jatim Guyur 40 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Secercah Harapan di Tengah Kekeringan: Brimob Polda Jatim Guyur 40 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Audio Artikel Siap dibaca

Berita Delta, Sidoarjo – Di tengah perjuangan tak berkesudahan menghadapi dampak luapan Lumpur Lapindo, ratusan keluarga di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, akhirnya bisa sedikit bernapas lega. Sebuah uluran tangan datang dari Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Jawa Timur yang pada Selasa (13/10) lalu, mengguyurkan bantuan 40.000 liter air bersih, menjadi oase di tengah krisis yang melanda.

Distribusi air bersih yang sangat dinanti ini menyasar langsung titik-titik paling krusial di sekitar tanggul, mencakup RT 11 hingga RT 16 RW III, serta sebagian warga di RT 6, RT 7, dan RT 9 Desa Gempolsari. Aksi kemanusiaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian tak terpisahkan dari program Quick Response Dansat Brimob Polda Jatim, sekaligus menjadi kado istimewa dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Korps Brimob Polri.

Ipda Irwanto, Danton Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari kepedulian korps terhadap penderitaan warga. “Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat terdampak Lumpur Lapindo,” ujarnya, sembari menambahkan komitmen, “Kegiatan ini akan terus berkelanjutan untuk membantu warga yang membutuhkan pasokan air bersih.” Sebuah janji yang menjadi penyejuk di tengah dahaga.

Kepala Desa Gempolsari, Ali Murtadho, membeberkan fakta pilu bahwa 240 kepala keluarga di wilayahnya masih terjerat dalam lingkaran krisis air bersih. Sumur-sumur warga, yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, kini hanya menyajikan air keruh, kekuningan, berasa asin, dan berbau menyengat. Jelas, kondisi ini membuat air tersebut mustahil digunakan untuk konsumsi apalagi kebutuhan sehari-hari.

Ali Murtadho tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Ini adalah bantuan kedua yang kami terima dari Brimob Polda Jatim,” ungkapnya. Ia menjelaskan dilema yang dihadapi warganya, “Air sumur warga tidak layak guna, sehingga warga terpaksa harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.” Sebuah harapan besar pun terucap, “Kami sangat berharap bantuan seperti ini dapat terus berlanjut,” menandakan betapa krusialnya uluran tangan ini bagi kelangsungan hidup mereka.

Manfaat bantuan ini langsung dirasakan oleh Kiki Amalia (26), salah seorang warga penerima. Ia mengaku lega, pasokan air bersih gratis ini secara signifikan meringankan beban pengeluaran rumah tangga yang selama ini terkuras untuk membeli air. Menurut perhitungan Kiki, setiap keluarga setidaknya memerlukan sekitar 150 liter, atau setara enam jeriken air bersih per minggu, hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan sanitasi dasar.

Secara teknis, Satbrimob Polda Jatim membagi total 40.000 liter air bersih itu ke beberapa titik strategis. Sebanyak 10.000 liter di antaranya secara spesifik dialokasikan untuk area Gempol dan Gempolsari, menjamin setiap warga terdampak mendapatkan jatah air secara merata. Bantuan ini, tak hanya sekadar air, melainkan sebuah simbol harapan dan kepedulian yang mengalir deras bagi mereka yang telah lama bergulat dengan dahaga akibat bencana lumpur.(*)

©2026 BeritaDelta.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Populer bulan ini

Loading data

Pilihan redaksi

Loading data
Loading data
👁️ 0 Users Online
🔴 LIVE MATCH TRAFFIC
Source: Real Time (GA4)
Dapatkan notifikasi berita terbaru!

Berlangganan Berita

Izinkan kami mengirimkan notifikasi agar Anda selalu update dengan berita terbaru.