Berita Delta, JAKARTA – China kembali menegaskan dominasinya dalam perdagangan global dengan mempertahankan posisi sebagai negara eksportir terbesar di dunia. Jaringan distribusi yang luas serta kekuatan sektor manufaktur membuat produk-produk asal Negeri Tirai Bambu terus membanjiri pasar internasional.
Didukung Kekuatan Industri Manufaktur
Model ekonomi China yang selama puluhan tahun berfokus pada ekspor menjadi salah satu faktor utama keberhasilan tersebut. Dengan kapasitas produksi industri yang sangat besar, China mampu memenuhi kebutuhan pasar global mulai dari barang konsumsi hingga kebutuhan industri berskala besar.
Data perdagangan terbaru menunjukkan China mencatat nilai impor sekitar USD231 miliar, sementara total ekspor mencapai USD336 miliar. Kondisi itu membuat negara tersebut terus menikmati surplus perdagangan yang stabil sejak pertengahan 1990-an.
Amerika Serikat Jadi Importir Terbesar
Mengutip laporan Stars Insider, Amerika Serikat tercatat sebagai negara yang paling banyak mengimpor barang dari China. Nilainya mencapai sekitar USD582,8 miliar, jauh melampaui negara lain yang juga bergantung pada pasokan produk manufaktur China.
Sejumlah produk yang paling banyak diekspor antara lain perangkat elektronik, mesin industri, furnitur, mainan, produk plastik, tekstil, kendaraan, hingga berbagai kebutuhan manufaktur lainnya.
Hong Kong dan Jepang Masuk Daftar Teratas
Di posisi kedua, Hong Kong menjadi wilayah dengan nilai impor dari China mencapai USD297,5 miliar. Produk yang paling banyak masuk meliputi elektronik, logam mulia, bahan bakar mineral, perangkat medis, hingga kapal.
Sementara itu, Jepang berada di urutan ketiga dengan total impor sekitar USD172,9 miliar. Disusul Korea Selatan sebesar USD162,6 miliar, serta Vietnam dengan nilai impor mencapai USD147 miliar, menandakan besarnya pengaruh perdagangan China di kawasan Asia dan dunia.(*)
📝 Penulis: Moh Junaedi Rizki
©2026 BeritaDelta.id




Komentar