Berita Delta, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana meminta sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan diperkuat. Hal itu disampaikan saat audiensi bersama Disnaker dan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo, Selasa (4/8/2026).
Mimik menyoroti 42.210 pekerja rentan sudah didaftarkan Pemkab selama 6 bulan, namun masih banyak yang belum tahu.
“Jangan sampai anggaran besar keluar tapi masyarakat tidak tahu. Pastikan mereka paham manfaatnya agar mau lanjut mandiri setelah bantuan selesai,” tegasnya.
Kepala Disnaker Dwi Eko Saptono menyebut data penerima sudah diverifikasi dari 11 OPD. Ke depan akan ada sosialisasi ke 18 kecamatan hingga desa, serta melibatkan perusahaan lewat program CSR. Beberapa perusahaan seperti RS Siti Hajar, Indomarco, dan Japfa sudah mengikutkan ratusan pekerja rentan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo Arie Fianto menjelaskan ada 5 program: JKK, JKM, JHT, JP, dan JKP. Iuran mulai Rp8.400/bulan. Ada juga manfaat tambahan seperti pinjaman perumahan hingga Rp150 juta dan KPR hingga Rp500 juta.
Hingga 31 Juli 2026, Sidoarjo jadi peringkat 1 UCJ di Jatim. Dari 1.050.393 pekerja, 475.053 sudah jadi peserta aktif atau 45,23%. Jan- Juli 2026 klaim yang dibayar Rp607,6 miliar untuk 31.742 peserta.
Salah satu manfaat nyata: ahli waris ojol yang meninggal dapat santunan Rp149,5 juta meski baru iuran 3 bulan, plus beasiswa anak sampai kuliah.
“Yang kita perkuat sekarang sosialisasinya, agar masyarakat paham dan lanjut jadi peserta mandiri,” pungkas Wabup Mimik.
📝 Penulis: Mohamad Hafid
©2026 BeritaDelta.id




Komentar