Berita Delta, Sidoarjo – Bank Indonesia (BI) terus memberikan dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk melanjutkan dan memperluas implementasi digitalisasi di berbagai sektor. Dorongan ini tidak hanya mencakup aspek keuangan, tetapi juga pendidikan, sosial, kesehatan, dan bidang lainnya, dengan tujuan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan efisiensi layanan publik.
QRIS: Katalisator Ekonomi dan Efisiensi
Deputi Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur, Doni Fajar Anugerah, menekankan bahwa penerapan pembayaran menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, QRIS juga berperan penting dalam memperlancar berbagai aktivitas usaha dan kinerja, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat luas.
Pernyataan ini disampaikan Doni Fajar Anugerah belum lama ini, saat peluncuran program “My Retribusi Pasar Jago” atau “Pasar Sidoarjo Go Digital” di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo. Program ini menandai dimulainya pembayaran retribusi pasar di Sidoarjo secara digital melalui QRIS.
“Digitalisasi di Kabupaten Sidoarjo semoga terus berkembang dan berlanjut,” ujar Doni, seraya menambahkan harapannya agar inisiatif ini terus maju.
Prestasi Digitalisasi Sidoarjo yang Membanggakan
Bank Indonesia mengapresiasi progres digitalisasi yang telah dicapai Pemkab Sidoarjo. Pada tahun 2025, tingkat penerapan digitalisasi di semua aspek kegiatan Pemkab Sidoarjo telah mencapai 98, 5% dan terus meningkat menjadi 99%. Pencapaian ini mengukuhkan posisi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sidoarjo sebagai juara 3 se-Jawa dan Bali.
Doni Fajar Anugerah juga menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, hampir semua pembayaran pajak dan retribusi di Sidoarjo telah beralih ke sistem digital atau non-tunai. Hal ini dinilai sangat memudahkan masyarakat karena pembayaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa terikat ruang dan waktu.
Pembayaran non-tunai atau digital terbukti efektif, efisien, dan transparan. Oleh karena itu, BI meminta agar TP2DD di Kabupaten Sidoarjo terus diperhatikan dan dikembangkan. “Suatu saat semua masyarakat akan terbiasa dengan sistem digitalisasi, karena itu terus sosialisasikan dan biasakan,” tegasnya.
QRIS di Pasar Tradisional: Bukti Nyata Keberhasilan
Plt Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo, Yudi Iriyanto, membenarkan bahwa penggunaan QRIS dalam implementasi digitalisasi untuk penarikan retribusi pasar menunjukkan hasil yang sangat positif. Program ini dimulai pada awal Mei 2026 di 12 dari 19 pasar tradisional di Sidoarjo.
Tren positif terlihat jelas dari peningkatan jumlah transaksi. Pada awal Mei 2026, tercatat sebanyak 2. 109 transaksi. Angka ini melonjak drastis menjadi 26. 903 transaksi pada awal Agustus 2026.
Yudi Iriyanto menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan ini. “Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam hal ini, seperti juru pungut retribusi, BI, OJK, dan Bank Jatim, yang mendukung kelancaran implementasi QRIS dan mempercepat digitalisasi di Sidoarjo,” pungkasnya.
📝 Penulis: Moh Junaedi Rizki
©2026 BeritaDelta.id




Komentar