Pendidikan
Beranda » Berita » Ubah Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa KKN-P 62 Umsida Ajak Warga Buat Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Ubah Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa KKN-P 62 Umsida Ajak Warga Buat Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Audio Artikel Siap dibaca

Berita Delta, Sidoarjo – Minggu ,16 Agustus 2026_ — Tumpukan minyak jelantah di dapur biasanya langsung dibuang. Tapi di tangan Kelompok KKN-P 62 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, limbah itu disulap jadi produk bernilai: lilin aromaterapi wangi lavender.

Demonstrasi kreatif itu digelar Minggu pagi di Posko KKN-P 62 Umsida, Dusun Bukaan, Tarokan. Kegiatan bertema “Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Mewujudkan Lingkungan yang Bersih melalui Kreativitas dan Inovasi yang Bernilai Ekonomi” ini diikuti ibu-ibu perwakilan setiap RT dari Dukuh Bukaan dan Dukuh Sumberyuyu.

Dari Dapur ke Produk Kreatif

Acara dibuka MC Risma, dilanjut sambutan Ketua KKN-P 62 Umsida, Bryan. Ia berterima kasih kepada warga yang hadir dan berharap ilmu yang dibagikan bisa langsung dipraktikkan di rumah.

“Kami libatkan ibu-ibu dari setiap RT agar ilmunya bisa dibawa pulang dan diterapkan lagi,” kata Mutiara, penanggung jawab kegiatan.

Sesi praktik langsung dipandu mahasiswa. Alat dan bahan yang disiapkan cukup sederhana: kompor, gelas, sumbu, lidi, 1.080 gram minyak jelantah, 540 gram parafin, 129 gram stearic acid, 30 ml essential oil lavender, pewarna, dan taburan bunga rosela sebagai pemanis.

Minyak jelantah dipanaskan, lalu dicampur parafin dan stearic acid hingga meleleh. Setelah agak hangat, ditambahkan pewarna dan essential oil lavender. Adonan dituang ke gelas yang sudah dipasangi sumbu. Saat setengah memadat, bunga rosela ditaburkan. Setelah keras, sumbu dipotong rapi.

Hasilnya? Lilin menyala dengan nyala tenang dan aroma lavender yang menenangkan ruangan.

“Ternyata minyak bekas bisa jadi seindah ini. Bisa dipakai sendiri, bisa juga dijual,” kata salah satu peserta sambil memandangi karyanya.

Lebih dari Sekadar Kerajinan

Menurut Fira, penanggung jawab kegiatan lain, tujuan utamanya bukan hanya membuat lilin.

“Kami ingin masyarakat tahu, minyak jelantah yang biasa jadi limbah bisa diolah jadi produk berguna dan punya nilai ekonomi. Harapannya ibu-ibu bisa kembangkan sendiri di rumah,” ujarnya.

Lewat kegiatan ini, KKN-P 62 Umsida ingin menanamkan dua hal: kepedulian lingkungan dan kemandirian ekonomi rumah tangga. Minyak jelantah yang sering mencemari saluran air kini punya jalan keluar yang kreatif.

Warga Antusias

Antusiasme peserta terlihat sejak awal. Mereka serius mengikuti tiap langkah, mulai mengikat sumbu hingga menuang adonan.

Anis Hidayati, salah satu warga, mengaku senang dapat ilmu baru.
“Senang sekali, bahagia, karena bisa menambah pengalaman. Saya tertarik buat lilin aromaterapi lagi di rumah. Bisa untuk pengharum ruangan, wanginya enak,” ujarnya.

Bagi warga Dusun Bukaan, kegiatan ini jadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil di dapur. Dan siapa sangka, dari limbah itu bisa lahir peluang usaha baru.

Dengan semangat kemerdekaan, KKN-P 62 Umsida membuktikan: inovasi sederhana bisa berdampak besar. Mengurangi sampah, menambah keterampilan, dan membuka peluang ekonomi — semua dalam satu batang lilin aromaterapi.

📝 Penulis: Mohamad Hafid

©2026 BeritaDelta.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Populer bulan ini

Loading data

Pilihan redaksi

Loading data
Loading data
👁️ 0 Users Online
🔴 LIVE MATCH TRAFFIC
Source: Real Time (GA4)
Dapatkan notifikasi berita terbaru!

Berlangganan Berita

Izinkan kami mengirimkan notifikasi agar Anda selalu update dengan berita terbaru.