Berita Delta, Sidoarjo – Warga dari empat Rukun Tetangga (RT) di Rukun Warga (RW) 02 Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan aksi blokade terhadap akses Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah. Tindakan ini merupakan bentuk protes keras terhadap terhentinya pengangkutan sampah yang telah berlangsung selama sekitar dua bulan, mengakibatkan tumpukan sampah menggunung, menimbulkan bau menyengat, dan mengganggu kenyamanan permukiman warga.
Akses menuju TPS ditutup rapat menggunakan material kayu dan bambu. Warga menuntut agar sampah segera diangkut dan lokasi TPS dibersihkan secara menyeluruh sebelum mereka bersedia membuka kembali akses tersebut.
Muhammad Ikhwan, salah satu warga Desa Suko, mengungkapkan bahwa bau busuk dari tumpukan sampah sangat mengganggu warga yang tinggal di sekitar TPS. Tidak hanya itu, sampah-sampah ringan juga kerap terbawa angin hingga masuk ke dalam rumah-rumah warga di RT 6, RT 7, RT 8, dan RT 9.
“Warga terdampak baunya sampah. Kan nanti bisa menjadikan warga sakit semua ini. Apalagi sampah ringan itu pasti kena angin, pasti terbang, masuk ke rumah warga,” ujar Ikhwan pada Kamis (20/8/2026).
Ikhwan menambahkan, TPS tersebut tidak hanya melayani pembuangan sampah dari empat RT di RW 02 saja. Sampah dari RT 1 dan RT 2, serta limbah dari aktivitas pasar di wilayah tersebut, juga dibuang ke lokasi yang sama.
“Pembuangan sampah di sini ini bukan saja dari empat RT, tapi juga sampah dari pasar, dan sampah RT 1 dan 2. RT 1, 2, juga buangnya di sini, padahal uang pengelolaan sampah disetorkan ke desa,” jelasnya.
Sebelum masalah pengangkutan terhenti, Ikhwan menjelaskan bahwa sampah di TPS biasanya diangkut setiap tiga hari sekali. Namun, rutinitas pengangkutan tersebut kini telah berhenti total selama kurang lebih dua bulan terakhir.
“Ini sudah dua bulan kalau enggak salah ini belum diangkut sama sekali. Makanya sampah ini bisa menyebar ke mana-mana dan baunya mengganggu warga,” katanya.
Melihat kondisi yang semakin memburuk, warga mendesak agar pengangkutan sampah segera dilakukan kembali untuk mencegah tumpukan sampah meluas dan semakin menginvasi permukiman.
“Tuntutan warga sampah ini harus kembali diangkut, biar tidak semakin menumpuk dan pemukiman warga itu bersih dari sampah-sampah yang terbang karena tertiup angin,” tegas Ikhwan.
Ikhwan juga menegaskan bahwa penutupan akses TPS ini bersifat sementara. Warga akan membuka kembali akses setelah seluruh sampah diangkut dan lokasi TPS dibersihkan. “Kalau warga mengharapkan kalau sampah ini sudah diangkut, nanti ini bisa dibuka lagi,” pungkasnya.
Mengenai alasan pasti mengapa pengangkutan sampah terhenti selama dua bulan, Ikhwan mengaku tidak memiliki informasi yang jelas. “Kenapa desa tidak mengangkut sampah ini, saya kurang tahu, kurang jelas,” tutupnya.

Kondisi sampah berserakan di lingkungan permukiman warga Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur. Situasi ini terjadi setelah sampah di TPS setempat tidak diangkut selama sekitar dua bulan, Kamis (20/8/2026).
📰 Reporter: Moh Junaedi Rizki
©2026 BeritaDelta.id




Komentar