Berita Delta, Sidoarjo – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mengatasi persoalan banjir terus ditunjukkan. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek Perbaikan Sistem Rumah Pompa Sidokare I dan II,Senin (28/9/2026).
Sidak ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target, tepat mutu, dan tepat waktu. Mengingat keberadaan rumah pompa Sidokare merupakan salah satu infrastruktur vital untuk mengendalikan genangan dan banjir di kawasan perkotaan Sidoarjo.
Dari papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA) Kabupaten Sidoarjo. Proyek dengan nomor kontrak 000.3/S.28.98.6/KD.TDR/438.5.3/2026 tertanggal 28 Agustus 2026 ini memiliki nilai kontrak Rp 2.928.000.000.
Pelaksananya adalah CV. Putra Utama Perkasa dengan konsultan pengawas CV. Guna Manfaat Teknik.
Wabup Mimik Idayana dalam sidaknya tampak berdialog dengan pelaksana di lapangan, mengecek kondisi mesin pompa lama, panel kelistrikan, hingga progres perbaikan sistem. Ia menekankan pentingnya kualitas pekerjaan karena rumah pompa ini menjadi harapan warga.
“Rumah pompa Sidokare I dan II ini kuncinya Sidoarjo kota. Kalau sistemnya bagus, pompa berfungsi maksimal, insya Allah genangan di Sidokare, Sekardangan dan sekitarnya bisa jauh berkurang. Saya minta dikerjakan dengan hati, jangan asal-asalan. Kualitas harus nomor satu,” tegas Wabup Mimik.
Menurut Wabup, Pemkab Sidoarjo di bawah kepemimpinan Bupati H. Subandi dan dirinya sangat serius membenahi infrastruktur pengendali banjir. Tidak hanya normalisasi sungai dan saluran, tapi juga revitalisasi rumah-rumah pompa yang sudah berumur.
“Ini bukan sekadar proyek fisik, ini soal rasa aman warga. Ketika hujan deras datang, warga tidak boleh lagi was-was rumahnya kebanjiran. Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata. Perbaikan rumah pompa ini adalah bentuk kehadiran itu,” ujarnya.
Warga sekitar menyambut baik perbaikan tersebut. Selama ini saat musim hujan dengan intensitas tinggi, kinerja pompa yang belum optimal kerap membuat air melambat surut.
Dengan adanya perbaikan sistem ini, diharapkan kapasitas penyedotan air jauh lebih besar dan otomatisasi sistem berjalan lebih baik. Pemkab juga menginstruksikan agar pelaksana tetap mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagaimana tertulis di papan proyek, “Utamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja”.
Wabup Mimik pun meminta dukungan masyarakat untuk ikut mengawasi dan menjaga lingkungan.
“Pembangunan dari pemerintah, tapi penjagaannya dari kita semua. Mari jangan buang sampah di saluran, jaga kebersihan sungai. Kalau infrastrukturnya baik dan masyarakatnya peduli, Sidoarjo bebas banjir bukan cuma mimpi,” pungkasnya.
Proyek perbaikan ini ditargetkan rampung di akhir tahun 2026 dan bisa berfungsi optimal menyambut puncak musim hujan.
©2026 BeritaDelta.id




Komentar