Peristiwa
Beranda » Berita » WABUP MIMIK NGAMUK: Proyek Rp 2,9 Miliar Pakai Besi Banci, Kontraktor Takut Datang. 

WABUP MIMIK NGAMUK: Proyek Rp 2,9 Miliar Pakai Besi Banci, Kontraktor Takut Datang. 

Audio Artikel Siap dibaca

Berita Delta,Sidoarjo –Amarah Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana  kembali meledak. Bukan tanpa sebab. Proyek vital senilai Rp 2,9 miliar untuk perbaikan sistem Rumah Pompa Sidokare I dan II yang seharusnya jadi solusi banjir, justru dikerjakan dengan cara busuk: pakai besi banci!

Sidak mendadak yang dilakukan Wabup Mimik bersama Kepala Inspektorat Andjar Surjadianto dan pejabat PU Bina Marga SDA, Senin (28/9/2026), membongkar borok kontraktor nakal CV Putra Utama Perkasa.

Bayangkan. Proyek miliaran rupiah, tapi di lokasi tidak ada pengawas, tidak ada pelaksana. Hanya ada 4 pekerja harian yang baru didatangkan pagi itu. Ditanya mau mengerjakan apa, mereka pun bingung. Hanya duduk menganggur di atas material yang tak sesuai spek.

“Ini keterlaluan! Ini namanya tidak serius kerja! Ini uang rakyat, bukan uang main-main! Konsultan pengawas CV Guna Manfaat Teknik, tegur keras! Pak Inspektorat, awasi proyek ini secara khusus!” bentak Wabup Mimik dengan nada tinggi.

Dusta di Atas Kertas, Bobrok di Lapangan

Kebohongan kontraktor terbongkar. Di atas kertas, konsultan pengawas melaporkan progres surplus 0,8 persen. Seolah pekerjaan lancar dan melebihi target.

Tapi di lapangan? Wabup Mimik menemukan fakta sebaliknya. Besi-besi yang tergeletak ukurannya banci, kecil, tipis, jauh dari spek kontrak. Pemasangan besi beton untuk struktur rumah pompa pun asal-asalan. Beton jembatan penunjang juga tidak memenuhi standar.

“Saya tidak bodoh! Saya yakin ini besi banci semua ukurannya! Ini jelas mau curi volume! Bongkar! Harus dibongkar dan ganti semua sesuai spek! Jangan coba-coba permainkan saya!” tegas Wabup sambil memegang langsung besi yang bermasalah.

Bahkan konsultan pengawas pun tak bisa mengelak. Di hadapan Wabup dan Inspektorat, mereka mengakui material itu memang bermasalah dan sudah mereka tolak.

“Kami begitu tahu kualitas besi langsung kita tolak dan minta diganti,” akunya.

Bagi Wabup Mimik, ini bukan lagi soal kelalaian teknis. Ini adalah mental korup, mental maling uang rakyat.

“Ini niatnya sudah jelek dari awal. Mau memainkan uang rakyat dengan mengurangi spek. Padahal rumah pompa ini nyawa warga Sidoarjo kota. Kalau jebol karena besi banci, siapa yang tanggung jawab? Rakyat yang jadi korban banjir!” tandasnya murka.

Teriak Kartu Merah! 22 Proyek Ngawur Kabeh

Tak mau kompromi, Wabup Mimik langsung memberikan instruksi paling keras: KARTU MERAH dan BLACKLIST!

“Saya minta kontraktor yang main-main seperti ini diberi kartu merah! Blacklist! Jangan kasih pekerjaan lagi di Sidoarjo! Masih banyak kontraktor jujur yang mau kerja benar. Ngapain pelihara kontraktor busuk yang merugikan rakyat!” seru Wabup Mimik.

Kemarahan Wabup Mimik beralasan. Ia mengaku mengantongi laporan ada 22 proyek di Sidoarjo tahun 2026 yang pekerjaannya ngawur kabeh, tidak sesuai spek.

“Ayo Pak Andjar! Saya minta Inspektorat bertindak! Panggil semua pengawas dan pemborongnya! Periksa satu per satu. Proyek yang didanai uang rakyat harus 100 persen untuk rakyat. Jangan sampai menyengsarakan rakyat!”

Wabup memastikan, di era Bupati Subandi dan dirinya, tidak ada ampun bagi kontraktor nakal.

“Semua pembangunan akan kami evaluasi total. Dari kualitas sampai waktu. Saya dan Abah Subandi tidak mau Sidoarjo dibangun dengan barang rongsokan. Sidoarjo harus dibangun dengan kualitas terbaik!” pungkasnya.

Sidak ini menjadi peringatan keras: Zaman kontraktor bermain spek di Sidoarjo sudah selesai.

©2026 BeritaDelta.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Populer bulan ini

Loading data

Pilihan redaksi

Loading data
Loading data
👁️ 0 Users Online
🔴 LIVE MATCH TRAFFIC
Source: Real Time (GA4)
Dapatkan notifikasi berita terbaru!

Berlangganan Berita

Izinkan kami mengirimkan notifikasi agar Anda selalu update dengan berita terbaru.