Berita Delta, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tengah mempercepat proyek peninggian dan betonisasi Jalan Kedungbanteng di Kecamatan Tanggulangin. Langkah ini merupakan strategi krusial untuk menanggulangi ancaman banjir tahunan yang kerap melanda wilayah tersebut, terutama menjelang puncak musim penghujan. Proyek yang kini telah mencapai 18 persen pengerjaan ini ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026.
Jalan Kedungbanteng akan ditinggikan sekitar 40 hingga 60 sentimeter sepanjang 700 meter dengan lebar 5 meter. Fokus utama pengerjaan saat ini adalah pembenahan sistem drainase melalui pemasangan box culvert dan pembangunan plengsengan sungai, yang diharapkan dapat mengatasi genangan air secara efektif.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek dan mendesak kontraktor untuk meningkatkan capaian pengerjaan. Menurut Mimik, pada pekan ke-10, progres proyek baru mencapai 18 persen dari target. “Sampai minggu ke-10 ini, progres mencapai 18 persen dari target. Bulan Desember tanggal 18 harus selesai. Sumber daya manusianya harus ditambah,” tegas Mimik pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia menekankan perlunya penambahan tenaga kerja agar target penyelesaian pada 18 Desember 2026 dapat tercapai tepat waktu.
Selain percepatan, Mimik juga menyoroti pentingnya ketelitian standar teknis. Meskipun material box culvert yang digunakan telah ber-Standar Nasional Indonesia (SNI), ia menemukan beberapa titik pemasangan yang kurang presisi. Pihaknya juga meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo untuk segera memindahkan tiang listrik yang menghambat aliran drainase serta mempercepat normalisasi saluran air di sisi kanan dan kiri jalan.
Mimik Idayana menyatakan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pengerjaan hingga tahap pengecoran jalan utama, guna memastikan seluruh material sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setempat atas dampak pembangunan ini yang mengharuskan penyesuaian elevasi bangunan rumah warga. “Karena jalan ini lebih tinggi daripada rumah penduduk, maka secara otomatis warga harus mandiri meninggikan rumahnya,” jelas Mimik.
Menanggapi arahan tersebut, Konsultan Pengawas Proyek, Aris, menargetkan adanya percepatan jadwal pengerjaan atau acceleration schedule. Aris menjelaskan bahwa setelah pengerjaan saluran drainase dan plengsengan rampung pada pekan ke-20, tahap pengecoran jalan akan langsung dimulai. “Sebenarnya schedule-nya masih panjang, sampai 18 Desember. Nah, kita usahakan kalau bisa ada percepatan. November ini sudah selesai supaya tidak sampai kena hujan,” ungkap Aris, menunjukkan upaya untuk menghindari kendala cuaca musim hujan.(*)
✍️ Editor: Moh Junaedi Rizki
©2026 BeritaDelta.id




Komentar