Nasional
Beranda » Berita » Sidoarjo Gencar Berbenah, Bidik Penghargaan Sanitasi Nasional Sambil Kokohkan Budaya Hidup Sehat

Sidoarjo Gencar Berbenah, Bidik Penghargaan Sanitasi Nasional Sambil Kokohkan Budaya Hidup Sehat

Audio Artikel Siap dibaca

Berita Delta, Sidoarjo – Kabupaten Sidoarjo kini tengah menjadi sorotan nasional. Sebuah tim verifikator lintas kementerian baru saja menjejakkan kaki di Bumi Delta, menguji langsung komitmen dan capaian daerah ini dalam mewujudkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Ini bukan sekadar audit biasa, melainkan verifikasi lapangan untuk STBM Award Paripurna Tingkat Nasional 2026, sebuah ajang bergengsi yang mengukur sejauh mana perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) telah berakar kuat di enam lokasi strategis Sidoarjo.

Proses penilaian krusial ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, M. Ainur Rohman, yang berdiri mewakili Bupati Subandi. Di hadapan tim penilai yang terdiri dari Johanes Eko Kristiyadi dari Kementerian Kesehatan, Adam Udi Velianto dari Kementerian Dalam Negeri, serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Ainur Rohman memaparkan visi Sidoarjo yang melampaui sekadar kompetisi.

STBM: Lebih dari Sekadar Trofi, Ini Napas Kebutuhan Warga

Ainur Rohman dengan tegas menyatakan bahwa gerakan lima pilar STBM di Sidoarjo bukan sekadar perlombaan memburu piala. Ini adalah fondasi esensial, sebuah manifestasi nyata dari komitmen daerah untuk memenuhi hak dasar masyarakat akan lingkungan yang sehat dan layak huni. Kelima pilar yang menjadi tulang punggung program ini meliputi:

  • Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)
  • Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
  • Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT)
  • Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
  • Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga

“STBM ini tak bisa berjalan sendiri hanya dengan tangan pemerintah,” ujar Ainur, Sabtu, 3 Oktober 2026. “Ia butuh kekuatan kolaborasi yang solid, dari pemerintah, Forkopimda, para pemangku kepentingan, hingga partisipasi aktif masyarakat. Tujuan utama kami adalah memastikan bahwa program STBM ini benar-benar memicu perubahan perilaku nyata di tengah masyarakat.”

Ia menekankan, tolok ukur sejati keberhasilan sanitasi bukan sekadar megahnya infrastruktur fisik, melainkan sejauh mana budaya hidup sehat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian warga. “STBM adalah kebutuhan kami, kebutuhan masyarakat,” tegasnya, menggarisbawahi komitmen jangka panjang Sidoarjo. “Jadi, meski tak ada ajang penghargaan sekalipun, kami akan terus menggerakkan program ini di tengah masyarakat.”

Menjelajahi Inovasi dan Inklusivitas di Enam Titik Percontohan

Selama peninjauan, tim penilai menyisir enam lokasi kunci yang menjadi cerminan nyata integrasi inovasi sanitasi dan inklusivitas sosial di Sidoarjo. Perhentian pertama adalah di Puskesmas Gedangan dan Stasiun Sidoarjo, dua fasilitas publik yang membanggakan diri sebagai percontohan penerapan asas Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), menjamin akses yang setara dan nyaman bagi semua, tanpa terkecuali.

Perjalanan berlanjut ke TPS3R Pelangi Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, sebuah model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang patut diacungi jempol. Dengan 210 dari 346 desa/kelurahan di Sidoarjo kini telah memiliki fasilitas TPS3R, ini menunjukkan gelombang masif upaya penanganan sampah yang merata hingga ke pelosok desa.

Tak hanya itu, tim juga mengamati kemandirian pasokan air bersih di PAMSIMAS Tirta Bening Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, yang sukses melayani hampir 300 sambungan rumah. Mereka kemudian menyambangi Kampung STBM Desa Bluru Kidul RT 14 RW 11, sebuah oase inspirasi di mana warga secara swadaya mengelola sampah dan limbah cair, bahkan berinovasi dengan tabungan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) hasil kolaborasi apik dengan Bank Delta Artha.

Puncak dari rangkaian verifikasi ini adalah inspeksi menyeluruh terhadap pengelolaan limbah di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) UPTD PALD dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyo Mulyo di Desa Kupang, Kecamatan Jabon. Kedua fasilitas ini menjadi bukti konkret komitmen Sidoarjo terhadap sistem pengelolaan limbah yang terpadu dan berkelanjutan.

Pujian dan Janji Keberlanjutan dari Sidoarjo

Dari seluruh peninjauan lapangan, tim verifikator tak sungkan melayangkan pujian. Fasilitas inklusif di Stasiun Sidoarjo dan Puskesmas Gedangan mendapat apresiasi tinggi, begitu pula dengan mekanisme pengolahan sampah yang rapi di TPA Griyo Mulyo Jabon.

Johanes Eko Kristiyadi, verifikator dari Kementerian Kesehatan, tak lupa menitipkan pesan penting: konsistensi dan keberlanjutan. Ia berharap praktik-praktik baik yang telah berjalan tidak luntur setelah proses penilaian usai. “Secara umum sudah baik,” ujar Johanes. “Harapannya, apa yang sudah diterapkan ini bisa terus dilakukan secara kontinu dan berkelanjutan, sehingga benar-benar menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.”

Menyambut masukan berharga tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, dengan sigap menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi tim verifikator. “Dinkes akan menindaklanjutinya dan memastikan bahwa implementasi STBM 5 Pilar benar-benar meresap hingga ke level masyarakat rumah tangga,” tutur Lakhsmie, mengukuhkan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk terus merawat kesehatan dan kebersihan lingkungan secara berkesinambungan.(*)

©2026 BeritaDelta.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Populer bulan ini

Loading data

Pilihan redaksi

Loading data
Loading data
👁️ 0 Users Online
🔴 LIVE MATCH TRAFFIC
Source: Real Time (GA4)
Dapatkan notifikasi berita terbaru!

Berlangganan Berita

Izinkan kami mengirimkan notifikasi agar Anda selalu update dengan berita terbaru.