Peristiwa
Beranda » Berita » Wabup Hj. Mimik Idayana Luruskan Isu Sidak Marah-Marah: Semua Hal Kritis Sudah Saya Tanyakan

Wabup Hj. Mimik Idayana Luruskan Isu Sidak Marah-Marah: Semua Hal Kritis Sudah Saya Tanyakan

Audio Artikel Siap dibaca

Berita Delta, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana meluruskan pemberitaan terkait sidak proyek di lapangan yang dinilai terkesan marah-marah.

Menurutnya, sidak yang dilakukan sudah sesuai kaidah pengawasan pengadaan. Semua pertanyaan kritis terkait proyek telah ditanyakan langsung kepada pihak yang bertanggung jawab. Senin (5/10/2026).

“Terkait pemberitaan sidak, sebenarnya seluruh pertanyaan kritis terkait progres, keterlambatan, material, tenaga kerja, alat, serta langkah percepatan sudah saya tanyakan langsung saat sidak. Hanya saja tidak semua proses itu terliput media,” ujar Hj. Mimik.

Ia mengakui gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan spontan kerap membuat pemberitaan terkesan keras.

“Gaya bicara saya memang ceplas-ceplos dan spontan, sehingga terlihat seperti marah-marah. Padahal yang saya lakukan memastikan persoalan di lapangan benar-benar ditanyakan dan mendapat penjelasan,” katanya.

Hal itu sejalan dengan penjelasan H. Imam Sugiri, Wakil Ketua Komtap PU Kadin Jatim, bahwa dalam proyek konstruksi ada tiga prinsip utama: temuan tanpa bukti tertulis tidak bisa ditindaklanjuti, ucapan lisan tidak punya kekuatan kontraktual, dan pembayaran hanya untuk pekerjaan sesuai spesifikasi.

Keterlambatan pun sudah ada aturannya, yakni denda 1 permil per hari dan penanganan melalui mekanisme Show Cause Meeting (SCM).

Kriteria kontrak kritis sendiri jelas: Periode I (0-70%) jika terlambat >10%, dan Periode II (70-100%) jika terlambat >5%. Penanganannya melalui SCM Tahap I, II, hingga III. Jika gagal, kontrak bisa diputus, jaminan dicairkan, dan penyedia di-blacklist.

Hj. Mimik menegaskan sidaknya tidak berhenti pada teguran di lapangan.

“Setelah sidak saya sudah buat laporan resmi kepada Bapak Bupati Sidoarjo dengan tembusan Inspektorat, Kabag PBJ, dan dinas terkait sebagai bahan tindak lanjut dan pengawasan,” tegasnya.

Baginya, sidak yang baik bukan yang paling keras suaranya, tapi yang paling jelas tindak lanjutnya.

“Sidak bukan sekadar datang dan menegur, tapi harus ada catatan, laporan, dan pengawasan agar pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan memberi hasil terbaik untuk masyarakat Sidoarjo,” pungkas Wabup.

📝 Penulis: Mohamad Hafid

©2026 BeritaDelta.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Populer bulan ini

Loading data

Pilihan redaksi

Loading data
Loading data
👁️ 0 Users Online
🔴 LIVE MATCH TRAFFIC
Source: Real Time (GA4)
Dapatkan notifikasi berita terbaru!

Berlangganan Berita

Izinkan kami mengirimkan notifikasi agar Anda selalu update dengan berita terbaru.