Berita Delta, Sidoarjo – Poltekkes Kemenkes Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program pengabdian di Desa Gelam, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026 ini berfokus pada upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi, dengan tujuan utama menekan risiko komplikasi serius seperti stroke.
Program ini mengusung tema “Model Pemberdayaan Masyarakat Desa Sehat Berbasis Posyandu Penyakit Tidak Menular (PTM) untuk Mencegah dan Mengendalikan Hipertensi dalam Upaya Mencegah Komplikasi Stroke.” Inisiatif ini dirancang untuk membangun kesadaran kolektif serta memperkuat kapasitas desa dalam menjaga kesehatan warganya secara mandiri dan berkelanjutan.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari Kepala Desa Gelam Mochamad Muslich, ketua BPD, kader kesehatan, perangkat desa, hingga warga setempat, menandai pentingnya kolaborasi. Keterlibatan seluruh pihak ini menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan desa sehat, di mana pencegahan penyakit tidak menular menjadi tanggung jawab bersama.
Prof. Dr. Luluk Widarti, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud kontribusi nyata akademisi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan berbasis potensi desa, Poltekkes Kemenkes Surabaya menerjunkan empat tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. “Tujuannya membangun masyarakat Desa Gelam yang sehat,” ujar Luluk.

Kader-kader kesehatan Desa Gelam, Kecamatan Candi, bersama Poltekkes Kemenkes Surabaya kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa Gelam, Jumat (9 Oktober 2026). (Foto: Anas/Ketik. com)
Selain itu, Prof. Luluk Widarti juga menyosialisasikan tentang “BATRA” (Pengobatan Tradisional) yang memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai alternatif minuman sehat herbal. Pemberdayaan masyarakat melalui Posyandu PTM diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi secara berkelanjutan, mendorong warga untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka sebelum berkembang menjadi komplikasi serius.
Ketua PKK Desa Gelam, Sri Astutiningsih, menyambut baik kegiatan ini, menyebutnya sangat positif dan memberikan manfaat nyata. Warga mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan gratis serta pengetahuan komprehensif mengenai hipertensi, termasuk bahaya tekanan darah tinggi, upaya pencegahan, serta penggunaan obat medis dan pemanfaatan TOGA yang tepat. “Tujuannya agar masyarakat mengetahui apa itu hipertensi, bagaimana cara mencegahnya, serta apa akibat yang dapat ditimbulkan apabila penyakit tersebut tidak dikendalikan,” tegasnya.
Sri Astutiningsih juga menekankan peran vital kader kesehatan sebagai ujung tombak edukasi di tingkat desa. Para kader diharapkan dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada warga di wilayah masing-masing, meliputi faktor risiko, langkah pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala. “Kader merupakan garda terdepan di tingkat desa. Mereka diharapkan aktif menyosialisasikan bahaya hipertensi, penyebabnya, serta langkah pencegahannya kepada masyarakat di wilayah masing-masing,” tegasnya.(*)
©2026 BeritaDelta.id




Komentar