Berita Delta, Lamongan – Persela Lamongan harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh Deltras FC Sidoarjo dalam lanjutan Liga 2 Championship musim 2026/2027. Laga sengit yang berlangsung di Stadion Surajaya Lamongan pada Minggu, 11 Oktober 2026, ini menjadi sorotan lantaran Laskar Joko Tingkir gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain sejak babak pertama. Hasil ini sekaligus memutus rekor tak terkalahkan kedua tim dalam empat pertandingan sebelumnya.
Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit awal. Namun, insiden penting terjadi pada menit ke-38 ketika wasit mengganjar pemain Deltras FC, Ananta Krisna, dengan kartu merah. Keputusan ini diambil setelah Ananta melakukan pelanggaran keras terhadap Hambali Tholib. Akibatnya, Deltras FC harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, memberikan keuntungan signifikan bagi Persela Lamongan.
Meski unggul jumlah pemain, Persela Lamongan kesulitan menembus pertahanan rapat Deltras FC di sisa babak pertama. Kedua tim sama-sama menunjukkan soliditas lini belakang, ditambah penampilan sigap dari masing-masing penjaga gawang yang berhasil menggagalkan sejumlah peluang berbahaya. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persela Lamongan akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Pada menit ke-54, Laskar Joko Tingkir mendapatkan hadiah penalti setelah Kushedya Yudo, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, dijatuhkan di kotak terlarang. Juninho yang dipercaya sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya, membuat Persela unggul 1-0.
Namun, keunggulan Persela tidak bertahan hingga akhir. Menjelang pertandingan usai, tepatnya pada menit ke-88, Deltras FC Sidoarjo berhasil menyamakan kedudukan. Gol balasan dicetak oleh Achmad Dwi melalui tendangan jarak jauh yang akurat, mengubah skor menjadi 1-1 dan membuat pertandingan berakhir dengan hasil imbang.
Kekecewaan Persela, Apresiasi untuk Deltras
Menanggapi hasil pertandingan ini, Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia merasa timnya memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan, terutama setelah Deltras bermain dengan 10 pemain.
“Jujur, kami kecewa karena sudah unggul dan lawan juga bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Namun, saya sampaikan kepada pemain bahwa ini bukan akhir dari segalanya,” kata Bima, seraya meminta anak asuhnya untuk segera bangkit menatap laga berikutnya.
Di sisi lain, Pelatih Deltras Sidoarjo, Leonard Tupamahu, melayangkan apresiasi tinggi kepada perjuangan anak asuhnya. Ia bangga timnya mampu membawa pulang satu poin dari markas Persela, meskipun harus bermain dengan 10 pemain. Leonard juga mengakui kekuatan Persela Lamongan sebagai tim yang tangguh, yang sebelumnya belum pernah kebobolan dan selalu meraih kemenangan dalam empat pertandingan. “Mereka juga mendapat dukungan penuh dari pemain ke-12, yaitu suporter,” imbuhnya.
©2026 BeritaDelta.id




Komentar