Peristiwa
Beranda » Berita » SD Antawirya Sidoarjo Ukir Rekor MURI Penulisan Aksara Jawa Terpanjang, Wujud Komitmen Pelestarian Budaya

SD Antawirya Sidoarjo Ukir Rekor MURI Penulisan Aksara Jawa Terpanjang, Wujud Komitmen Pelestarian Budaya

Audio Artikel Siap dibaca

Berita Delta, Sidoarjo – SD Antawirya Islamic Javanese School yang berlokasi di Desa Junwangi, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, berhasil menorehkan sejarah baru dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Prestasi ini diraih melalui aksi penulisan aksara Jawa massal di atas kain sepanjang 600 meter yang diselenggarakan pada Minggu (11/10).

Pencapaian luar biasa ini secara resmi mengukuhkan SD Antawirya sebagai pemegang rekor MURI untuk kategori media penulisan aksara Jawa terpanjang. Rekor sebelumnya yang tercatat adalah 500 meter, kini berhasil dilampaui. Kegiatan kolosal ini melibatkan sekitar 600 peserta, mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 6, serta mendapatkan dukungan penuh dari para wali murid dan tamu undangan.

Suasana kental dengan nuansa tradisional Jawa sangat terasa, di mana seluruh peserta kompak mengenakan baju lurik. Proses penulisan aksara Jawa dilaksanakan secara terorganisir dalam 20 sesi. Setiap sesi diikuti oleh 30 peserta yang secara bergantian menuntaskan penulisan pada kain sepanjang 30 meter.

SD Antawirya Sidoarjo Pecahkan Rekor MURI Penulisan Aksara Jawa di Kain 600 Meter

Kepala Sekolah SD Antawirya, Air Langga Budi Prasetya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengejar pengakuan simbolis. Menurutnya, aksi ini merupakan wujud nyata dari komitmen sekolah dalam menjaga eksistensi budaya dan bahasa Jawa di tengah gempuran modernisasi.

Air Langga menjelaskan, “Kami ingin menyampaikan bahwa budaya tidak akan hilang karena kemajuan zaman, melainkan justru menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Salah satu caranya adalah melalui penggunaan bahasa dan aksara Jawa.” Teks yang dituliskan para siswa ke atas kain tersebut pun bukan sembarang tulisan, melainkan mengandung nilai-nilai filosofis tinggi berupa rangkaian pitutur luhur, paribasan, saloka, dan bebasan Jawa. Beberapa peribahasa yang diabadikan antara lain “becik ketitik ala ketara”, “adigang, adigung, adiguna”, serta “batok bolu isi madu”.

Program pelestarian budaya ini telah menjadi bagian integral dari kurikulum internal SD Antawirya yang diterapkan sejak siswa duduk di kelas 1. Selain pembelajaran aksara Jawa secara rutin, sekolah juga memiliki program khusus setiap hari Selasa. Pada hari tersebut, siswa diwajibkan mengenakan pakaian lurik serta secara aktif menerapkan unggah-ungguh (tata krama) dan bahasa Jawa dalam setiap interaksi sehari-hari.

Puncak acara ditandai dengan pembentangan kain sepanjang 600 meter yang dilakukan oleh para siswa dan guru. Saking panjangnya, bentangan kain tersebut bahkan melingkari seluruh areal kawasan pendopo sekolah. Kegembiraan jelas terpancar dari wajah para siswa yang terlibat langsung dalam momen bersejarah ini. “Saya sangat senang bisa mengikuti penulisan aksara Jawa yang memecahkan rekor MURI ini,” ujar Ayub, salah satu siswa kelas V, dengan antusias.

©2026 BeritaDelta.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Populer bulan ini

Loading data

Pilihan redaksi

Loading data
Loading data
👁️ 0 Users Online
🔴 LIVE MATCH TRAFFIC
Source: Real Time (GA4)
Dapatkan notifikasi berita terbaru!

Berlangganan Berita

Izinkan kami mengirimkan notifikasi agar Anda selalu update dengan berita terbaru.