Berita Delta, Sidoarjo – Dugaan mengenai kembali beroperasinya arena judi sabung ayam terbesar di Jawa Timur yang berlokasi di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Sidoarjo, mencuat. Namun, informasi ini langsung dibantah oleh pihak kepolisian setempat. Sebelumnya, arena ini dikabarkan telah beroperasi kembali dan belum tersentuh penindakan dari Polsek Candi, Polresta Sidoarjo, maupun Polda Jatim.
Menanggapi konfirmasi yang diajukan selama dua hari berturut-turut, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Sidoarjo, AKP Imam Mujali, akhirnya memberikan pernyataan. Melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 15 Oktober 2026, AKP Imam Mujali menegaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan adanya kegiatan judi sabung ayam di lokasi yang dimaksud. “Infonya tidak ada kegiatan. Cek saja lagi Mas,” ujarnya.
Perwira yang baru saja dilantik sebagai Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo itu menambahkan bahwa untuk informasi lebih lanjut, pihak media diharapkan dapat menghubungi Kasi Humas Polresta Sidoarjo. “Terima kasih infonya, langsung ke Kasi Humas saja nggih,” tutupnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun sebelumnya, arena judi sabung ayam di Desa Kalipecabean ini dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Jawa Timur. Lokasinya menempati sebuah bangunan gudang yang terkesan mewah, dengan gelanggang pertarungan yang dilapisi karpet merah. Kondisi ini sangat berbeda dengan arena judi di Sukodono atau Bungurasih yang biasanya menempati area perkebunan dan telah lebih dulu ditindak oleh aparat kepolisian.
Diduga taruhan yang berlangsung di arena ini dilaporkan sangat fantastis, dengan minimal taruhan wajib mencapai Rp10 juta dan bisa menyentuh angka ratusan juta Rupiah untuk setiap pertarungan ayam jago. Para pemilik ayam petarung yang terlibat berasal dari berbagai wilayah, termasuk Jombang, Krian, Mojokerto, Surabaya, Madura, hingga Banyuwangi.
Sebagai contoh, pada Minggu, 11 Oktober 2026, dilaporkan diduga telah terjadi sedikitnya 11 pertarungan ayam jago di arena Desa Kalipecabean tersebut. Taruhan untuk setiap laga berkisar antara Rp30 juta hingga Rp100 juta. Angka tersebut belum termasuk taruhan ‘jaban’ atau taruhan pribadi antar penonton yang menyaksikan langsung di lokasi.(*)
©2026 BeritaDelta.id




Komentar