Berita Delta, Sidoarjo –Dari 174 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sidoarjo, 43 SPPG belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala Dinkes Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuantina menegaskan puluhan SPPG itu statusnya on process. Sudah IKL, tapi belum menindaklanjuti rekomendasi.
“Kebanyakan itu on process, atau belum menindaklanjuti rekomendasi yang kita sampaikan,” kata Lakhsmie, Rabu (23/9).
Temuan di lapangan bukan sekadar administrasi. Ada lantai dapur epoxy yang mudah mengelupas dan tidak food grade.
“Kalau ngelupas pada saat masak, serpihannya bisa masuk ke makanan,” ujarnya.
Catatan Dinkes, 110 SPPG dinyatakan layak, 64 lainnya masih butuh perbaikan seperti wastafel. Syarat SLHS meliputi hasil IKL, uji lab/swab, dan pelatihan.
Ketua Forum Komunikasi SPPG Sidoarjo Ubaidillah Nurdin menyebut pengelola diberi waktu 30 hari untuk perbaikan. Keputusan buka operasional tetap di Badan Gizi Nasional (BGN).
“Supaya karena beberapa SPPG bermasalah itu, semua dapur Sidoarjo tidak kena dampak penilaian negatif,” kata Ubaidillah.
©2026 BeritaDelta.id




Komentar