Berita Delta, TAROKAN, KEDIRI – Kelompok KKN-P 62 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) mengajak anak-anak usia dini mengenal lingkungan bersih melalui edukasi “Bank Sampah Cilik, Sahabat Bumi”. Kegiatan ini digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026 di TK Kusuma Mulia III dan berlangsung secara interaktif dari penyampaian materi hingga praktik langsung.
Edukasi ini bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini dengan cara yang menyenangkan, agar anak-anak terbiasa menjaga kebersihan dan memilah sampah dengan benar.
Belajar Pilah Sampah Lewat Warna
Materi disampaikan oleh Wahyu dan Ila dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan anak. Anak-anak diperkenalkan pada dua jenis sampah. Sampah organik adalah sampah dari bahan alami yang mudah terurai, seperti daun dan sisa makanan. Sementara sampah anorganik adalah sampah yang lama terurai, seperti botol plastik, kertas, dan kemasan.
Agar mudah diingat, tim KKN-P 62 memperkenalkan sistem warna tempat sampah. Tempat sampah hijau untuk sampah organik, dan tempat sampah kuning untuk sampah anorganik.
Setelah materi, anak-anak diajak praktik langsung. Didampingi anggota KKN-P 62, mereka bergantian memilah sampah dan memasukkannya ke tempat yang sesuai. Suasana kelas menjadi riuh ceria karena kegiatan dikemas dengan permainan dan demonstrasi.
Menanamkan Kepedulian Sejak Dini
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya menjaga alam agar tidak rusak. Kami ingin mereka memahami bahwa hal sederhana seperti membuang dan memilah sampah dengan benar merupakan salah satu cara untuk menjaga lingkungan,”_ ujar Wahyu selaku penanggung jawab kegiatan.
Wahyu menambahkan, jika kebiasaan baik ini ditanamkan sejak kecil, anak-anak akan terbiasa menjaga kebersihan di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik, lanjutnya, bisa membuat lingkungan kotor dan menimbulkan masalah kesehatan.
Anak-Anak Antusias
Respons anak-anak TK Kusuma Mulia III sangat positif. Mereka tampak semangat mengikuti setiap sesi karena materi disampaikan melalui permainan.
“Antusiasme dari adik-adik cukup baik dan sangat excited karena kami juga memberikan game atau demonstrasi terkait pemilahan sampah, yaitu organik dan anorganik,” kata Wahyu.
Salah satu siswa, Iqbal. juga mengaku senang. Dengan polos ia berkata, “Senang, Kak. Kapan-kapan ke sini lagi, ya.”
Melalui “Bank Sampah Cilik, Sahabat Bumi” KKN-P 62 UMSIDA berharap dapat membentuk kebiasaan positif pada anak sejak usia dini. Menjaga bumi, dimulai dari hal kecil: membuang sampah pada tempatnya.
📝 Penulis: Mohamad Hafid
©2026 BeritaDelta.id






Komentar